Dia Datang Lagi…

By langkahkakinovie

Akhirnya sudah mampu menatap dunia lagi. Kepingan hati yang sempat berserakan sudah tersusun utuh lagi. Langit sudah kembali cerah meskipun udara musim dingin masih menusuk tulang tapi hati ini tetaplah hangat. Hari ini rasanya panjang dan membosankan … maunya sampai rumah nanti ngobrol di messenger sama teman2 lama yg kalau sudah bercanda bisa bikin ngakak2 ngga karuan sampai tengah malam. Tiba2 ada pesan offline di layar saat kubuka komputer “I”ll be driving down through your place on my way seeing Brendan in NC on Wednesday”…..sender: Fleap (2/4/08, 10:56 :13 PM)

Oooohh….sempat aku baca berulang2 sambil mengerjap2 untuk meyakinkan mata ini kalau yg kubaca tadi bukan halusinasi. Dan memang ngga salah, pesan tadi benar2 muncul di layarku. Masih dalam kebingungan antara percaya dan tidak tiba2 ponselku berbunyi nyaring…benar2 mengejutkanku yg sedang duduk manis termangu. Seakan2 ada isyarat yg terkirim dari otakku ke tempatnya, aku liat di layar ponsel nama dan fotonya yg muncul. Ngga salah…bukan sulap bukan sihir…suara Philippe akan hadir di telingaku sesaat setelah kutekan tombol hijau. Kami berbicara sambil tertawa setelah beberapa detik pertama yg canggung….akhirnya kebekuan itu mencair. Masih sehangat dulu…masih seperti dulu. Masih kangen…..tapi sama2 gengsi untuk mengakui. Dia memperjelas pesan yg dia tinggalkan beberapa saat sebelumnya. Mulanya mau menolak mentah2 kehadiran dirinya tapi sisi hati yg lain dengan kuatnya lebih berbicara sehingga tanpa bisa kuhentikan lagi meluncurlah kata-kata dari bibirku, “I won’t let you drive for 16hrs straight, you can stayover if you like”. Setelah itu nyesel deeehhh…ngapain sih nawar2in tempat segala. Mau dia cape apa ngga kan bukan urusanku lagi….tapi yaaaah namanya juga kalau perasaan yg sudah berbicara emang lain di bibir lain di hati! Iseng aku nanya kenapa mau ketemu lagi, jawabannya bener2 bikin aku kaget…untung ngga bikin aku jatuh dari ranjang! Katanya gini, “I miss to hug you in my arms again”….waaaahhh gubraaaakkk!!! Pengen sih teriak ‘yaaaang beneerrrr niiiihhh’…tapi ngga kesampean, yg ada cuma satu kata terucap, “Oooh”.

2 hari kemudian yg berasa waktu berjalan begitu lambatnya….bolak-balik liat jam dan kalender kok geraknya lama amat siiihhhh….akhirnya datang juga. Hari itu memang jadwal kerjaku pulang lebih cepat, aku sempatkan belanja sebentar kemudian masak buat makan malam setelah dia datang nanti, semua ruangan sudah aku rapikan…ngga lupa scented candles beraroma lavender kesukaannya juga sudah aku pasang di setiap sudut. Hari semakin gelap di luar sana, jalanan juga semakin lengang. Aku duduk menanti sambil nonton TV yg udah ngga konsen jalan ceritanya karena pikiranku udah ngga ke kotak ajaib di depanku lagi. Jam sudah 6.17 PM….berarti ngga lama lagi dia datang. Benar juga belum sampai 5 menit abis ngelirik jam di atas meja ponselku berbunyi, di seberang sana dia bilang kalau sudah di dekat tempat tinggalku, kurang dari 10 menit lagi. Waaahhh….dag-dig-dug rasanya sebentar lagi dia hadir di depanku lagi. Panas-dingin ngga karuan waktu aku berjalan ke pintu mendengar deru mobilnya berhenti di pagar depan. Aku menantinya di separuh balik pintu, dia berjalan ke arahku di bawah temaram sinar lampu jalan yg redup. Di ujung tangga dia mendekapku seperi dulu dengan hangat dan erat sambil berbisik lirih, “It‘s been a while…”….akhirnya kucium lagi aroma khas tubuhnya. Satu2nya lelaki di dunia ini yg bau tubuhnya dulu selalu kurindu…yang dulu selalu membuatku ingin bertemu…yang dulu selalu kuminta kaos bekas tidurnya sebelum pulang ke kotanya. Akhirnya kami duduk berhadapan lagi sambil makan malam…bercerita banyak tentang hal yg sudah kami lewati setelah beberapa bulan tidak saling menyapa sehabis perpisahan kami yang waktu itu rasanya begitu menyakitkan. Seharusnya bersikap biasa saja karena memang sudah tidak ada apa2 lagi di antara aku dan dia….tapi bagaimana pun juga dia pernah jadi orang teristimewa di hatiku selama beberapa tahun. Kehadirannya malam itu sungguh mengobati rasa rinduku yg sempat membuncah beberapa hari sebelum dia datang, hmmm…everywhere I looked around I saw the ghost of him, seakan suatu pertanda kalau yg dikangenin ngga lama lagi datang juga. Benar saja……

Malam itu kami berjalan putar2 downtown, tangannya yg lembut dan hangat masih menggenggam erat tanganku….dan beberapa kali kami saling bertatapan hangat seperti dulu. Aaaah…mungkin sinar mataku sama cemerlangnya dengan pendaran bintang di langit atas sana. Sama seperti yg kulihat di matanya…ada pijar2 hangat kerinduan yg berkelap-kelip. Malam semakin larut akhirnya kami berhenti di sebuah bar, minum sedikit untuk menghangatkan diri dari udara dingin di luar sana. Entah di bawah pengaruh alkohol atau terbawa suasana yg memang romantis…bisa jadi juga kombinasi keduanya, pelukannya ngga lepas sampai di rumahku. Begitu hangatnya di pelukan Philippe lagi….semalaman. Waktu dia pergi keesokan harinya meneruskan perjalanan aku menatapnya dengan tersenyum, kali ini aku tidak memalingkan muka hingga dia hilang dari pandangan. Ngga sabar rasanya minggu depan dia datang lagi sebelum pulang ke kotanya. Mungkin kami akan menghabiskan waktu lebih lama dari saat ini karena memang jadwalnya bertepatan off beberapa hari. Luka yg sudah pernah dia torehkan sudah mengering. Hatiku sudah sembuh. Pertengkaran2 yg dulu sudah tidak mengusikku lagi. Tapi juga tidak pernah berangan muluk kami menjalin hubungan seperti dulu lagi. Biar waktu yg bicara…kalau memang takdir kami bersatu lagi suatu hari nanti yaaah ngga akan lari kemana kan?!

 http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=60831&section=95

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.