Rasanya sedih sekali, serasa langit runtuh menimpaku. Berdiri terpaku menatap ujung jalan yang lain, aku tidak mau melihat Philippe berlalu memundurkan mobilnya pergi menjauh dari hadapan hilang di tikungan satunya. Tiba waktunya dia pergi jauh ke ujung utara menutup buku cerita kami. Air mata sudah habis terurai sejak kemarin-kemarin. Hanya berandai-andai bisa memutar waktu kembali untuk tidak pernah mengenalnya dan melukis sejuta kenangan yang seperti potongan film selalu bermain di benakku. Hari itu Senin pagi 10 Desember 2007 langit kelabu musim gugur menumpahkan hujannya seakan ingin mencuci bersih kesedihanku. Sudah selesai kisah cintaku dengannya. Usai sudah perjalanan cerita cinta ini 3 tahun lamanya. Sudah beberapa bulan yang lalu aku tahu akhirnya akan seperti ini. Dengan perasaan yang campur aduk aku berjalan menemui sahabatku Ulisses yang tanpa bertanya sudah tahu apa yang terjadi, kata-katanya sanggup menguatkanku pada hari itu “It’s OK, you’ll be fine.”
Hari-hari berlalu sedikit demi sedikit aku sudah menata hati lagi, tersenyum lagi, dan siap menyambut hari yang lebih baik. Sudah sejak bulan November aku bertemu Aldo tanpa sengaja, kami sering bertegur sapa dari jauh dan berbagi cerita-cerita konyol hingga semakin hari semakin akrab. Lalu akhirnya ajakan “Wanna grab some coffee tonight?” aku sambut dengan senang hati. Berjalan melangkah ke coffee shop dengan agak berdebar, dia sudah menunggu dengan tersenyum segera menjabat erat tanganku….sensasinya “aaah..“ Untungnya lampu temaram tidak menyinari jelas wajahku yang pasti sudah tersipu karena baru sekali ini kami berada di jarak yang sangat dekat. Tanpa terasa kami menghabiskan waktu hingga larut malam, sebelum berpisah dia berbisik, “Can’t wait to see you again soon.”
Besoknya tanpa ada rencana sepulang kerja aku membelokkan arah ke tempat kerjanya, sejak di pintu masuk aku langsung ke rak GPS di belakang tanpa menoleh ke arah tempat dia duduk karena aku tau pasti dia di sana. Tepat seperti dugaanku ketika hendak berbalik ke arah depan suaranya lembut menyapaku, “Hi, how are you doing?” ….ooh, gosh…he was so stunning, made me speechless! Serasa waktu berhenti berjalan, semuanya membeku waktu aku menatap teduh matanya. Lalu kami sepakat untuk makan malam setelah jam kerjanya usai 20 menit kemudian. Sejak hari itu kami semakin dekat, selalu ada waktu yang kami habiskan berdua di akhir pekan.
Aldo tidaklah sesempurna yang aku inginkan tetapi setiap saat bersamanya hatiku riang. Rasanya menentramkan hati waktu dia membelai rambutku saat kami berbincang. Dia selalu hangat memelukku dan cahaya di matanya tajam menatapku begitu dalam yang selalu membuat pipiku merona hangat tersipu malu yang selalu digodanya “I like when you’re blushing, very cute.”……alamaaaaak, serasa diriku terbang ke awan melayang tak menjejak tanah! Sudah sekian kali kami kencan dan menghabiskan waktu berdua tapi hingga hari ini rasa itu masih saja sama setiap saat kami bertemu, kami saling menatap dari kejauhan dengan tersenyum melangkahkan kaki untuk menghambur berpelukan. Di saat-saat seperti itu rasanya ingin waktu membeku tak bergerak biar kehangatan di antara kami tak sirna. Hari-hari kami memang tak selalu indah bahkan aku kadang tak yakin akankah kami akan selamanya bersatu, biar waktu yang menjawab.
Setelah sekian lama akhirnya rasa ini hadir lagi….rasa dag-dig-dug yang memompa jantung ini berdebar lebih kencang setiap kali kami bertatapan. Rasa hangat yang menjalar di setiap inci kulitku waktu ingat dirinya saat kami berjauhan. Rasa berbunga-bunga yang hadir setiap akhir pekan untuk berdandan lebih cantik karena aku menikmati sensasi panas-dingin setiap dia menatapku berkata “Muy bonita, mamasita.” Rasanya emang ‘gila’….kalau dia jauh bikin kangen pengen buru-buru ketemu, dia di depanku malah bikin salah tingkah, adduuuuhhh! But…I’m NOT in love…yet, bagiku cinta lebih dari itu…lebih kompleks. Ini hanya awal dari jatuh cinta….menurutku. Memang berjuta indahnya, biar aku nikmati detik demi detik ini sebelum pudar masanya. Tidur tak tenang seakan hanya ada senyumnya di langit kamarku…repotnya juga selera makan tak karuan. Pokoknya semua enak dimakan sambil ‘sya-la-la-la-la’….uuuuuhhhh asyiknyaaaaa!
Tengah malam 8 Januari 2008, salam terindah untuk seorang Aldo Padilla.
http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=60788§ion=95#komentar