Ria, Terima Kasih!

By langkahkakinovie

Aku ngikutin KOKI sejak masih jadul di Indonesia, meskipun koneksi internet masih suka lambat banget tapi tetap sabar aja tuh nungguin loadingnya. Dengan KOKI imajinasiku melayang-layang ke seluruh penjuru bumi dari tempat para penulis berasal. Banyak bertemu hal baru yang sebelumnya tidak pernah sekejap pun terlintas di pikiranku, menambah wawasan dan pengetahuan jelas sudah. Sampai suatu ketika dibuat penasaran dengan sosok penulis yang mengundang banyak komentar, positif dan negatif tentu saja berimbang. Teringat di suatu tulisannya kalau ada data dirinya di situs pertemanan sejagat, iseng aku cari eh ternyata ketemu. Mulai menyapa basa-basi, sejak itu secara intensif berkirim kabar. Dari setiap pesan yang masuk mulailah kami mengenal lebih jauh sama lain.

Aku bukan orang yang gampang akrab dengan ‘orang baru’ tapi dengan dia aku seperti sudah mengenalnya lamaaaaaaaaa sekali. Dia bisa bikin aku tertawa waktu aku sedih dan menangis, apalagi kalau bukan patah hati! Dengan kalimat dahsyatnya “Inget cerita si jeng prengos”…sudah bisa menyuntikan semangat buat aku mengeringkan airmata dan memulai petualangan lagi. Dia juga yang bikin aku berpikir kalau saat-saat bahagiaku ini harusnya disyukuri bukan hanya mengeluh ‘kurang ini-kurang itu’ terus. Kalimatnya selau dimulai “Kamu itu beruntung Phie,….coba tu si A yang….“. Dia menemaniku di sudut mungil ruanganku, menyapaku dan hadir di kesepianku di sela-sela pekerjaan yang memang banyak santainya….hehehe….ada ya? Ada donk!

Dengannya aku belajar banyak hal baru yang memperluas cara berpikirku, aku salut padanya karena buatku seperti itulah seharusnya jadi perempuan, kuat di segala aspek sehingga lelaki tidak menyepelekan. Jadi tersenyum sendiri karena kita punya kisah-kisah yag serupa tapi tak sama dan tidak jarang tertawa terbahak-bahak di depan masing-masing layar laptop. Ya…kami memang hanya sejauh layar! Dia orang pertama yang aku hampiri di kala senang dan susah. Kami saling berbagi cerita tentang hidup, cinta, harapan, dan cita-cita. Boleh dibilang tidak ada rahasia di antara kami, dan tak jarang pula dia menanggapi perkataanku yang baru sepotong dengan kalimat yang memang akan aku sampaikan. Huh…percuma saja usaha nutup-nutupin dari dia, tidak bakalan sukses! Guyonan-guyonan kami pun begitu hidup, yang mungkin buat orang lain akan sangat tidak masuk akal dan terlalu vulgar. Tapi di situlah kami saling merindu satu sama lain jika karena sibuk tidak ada waktu menyapa. Hanya 1 kali kami berbincang di telepon yang tidak lebih dari 5 menit! Juga hanya beberapa kali SMS yang tidak penting. Selebihnya kami bercerita berjam-jam di messenger dan bertukar foto-foto. Kami sama-sama “gila”…hal yang pastinya buat orang lain tidak layak tapi sungguh amat layak untuk kami berdua! Di situlah persahabatan kami dimulai dan berjalan, tidak peduli dengan semua suara sumbang di luar sana tentang dirinya karena aku mengerti bagaimana dia yang sebenarnya. Kami saling menguatkan satu sama lain jika sedang ada masalah, kami juga saling memberi selamat di setiap keceriaan kami.

Beberapa kali aku diundang mengunjunginya tapi selalu ada hal yang bikin janjian kami batal. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak bertemu, kami sama-sama takut kalau setelah bertemu secara pribadi justru tidak seasyik sekarang. Biar saja waktu yang mengatur, kalau memang ditakdirkan bertemu ya pastinya akan dinikmati, kalau memang hanya seperti sekarang ini di angan-angan saja ya tidak apa-apa, tidak ada yang saling dirugikan kok.

Ria, thank you very much for the times we’ve spent together. Terima kasih banyak untuk kebersamaan kita. It’s priceless!

Sampai jumpa lagi di udara…it’s Friday nite, waktunya ngedate nih…tahukah kamu karena dirimu aku berani meninggalkan ’penyakit’ lama yang sudah aku tiup jauh ke Vermont sana…daaaan aku sedang jatuh cinta lagi dengan si brown eyes mi chico latino yang kata Numata “serasa ‘ku digenggam surga/melayang ’ku ditiup asmara/begitu indah yang ‘ku rasa/…/’ku disambut cinta/tergetar ‘ku didera asmara”

PS: Teruntuk Jeng Ria Mangku Lanang Limo Wudho Sedoyo…..hehehe sesama Lonte dilarang saling mendahului ya?! You know what I mean!!!

http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=55202§ion=92

 

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.