Sejak jadwal lebih santai beberapa bulan ini saya suka jalan ke luar kota. Kebetulan rute yg saya lalui ada di tepi sungai, jadinya pemandangan indah di luar sana sempat bikin angan melayang ngelamun yg indah2 tentunya. Di sepinya highway yg saya lalui siluet bukit2 di kejauhan sana begitu indahnya diterpa sinar matahari yg masih malu2 muncul, masih musim dingin memang dimana pohon2 hanya ranting saja yg tersisa. Apalagi musik yg sepanjang jalan mengalun adalah Kla Project yg lagu2nya banyak menyimpan kenangan buat saya. Terutama lagu ‘Yogyakarta’….karena memang setiap sudut Jogja punya kenangan yg ceritanya ngga pernah bosan untuk dikenang. Dunia kuliah yg saya mulai 10 tahun yg lalu tapi rasanya seperti baru saja kemarin merasakan kemeriahan sebagai mahasiswa baru. Secara kebetulan pas dengan suasana kota yg saya kunjungi ini, State College, kota pelajar di negara bagian Pennsylvania, adalah home of PSU (Penn State Univ.) saya ke situ (1,5 jam driving) hampir tiap weekend karena emang banyak makanan enak murmer dan toko buku bekas yg murmer…wis pokoke mirip Jogja laaah….harga mahasiswa! Di seluruh pelosok kota yg terlihat adalah wajah2 sumringah muda-mudi freshmen or middle 20s….begitu menyegarkan mata, bo! Kata teman yg kerja di PSU ini ya apalagi klo bukan Football-Drinking-Sex-Drugs yg menjadi dinamika kehidupan di situ.
Tidak memungkiri memang kalau kepenatan sudah melanda maka dengan beberapa lembar uang maka bisa melepas dahaga dgn Long Island Ice Tea atau Pina Colada Bacardi Rum atau Razzmatazz atau Alabama Slammer atau Arbor Mist atau Mojitos atau Screwdriver dan teman2nya….yg lumayan bisa bikin lupa sejenak dengan mata kuliah yg membosankan plus dosen yg pelit nilai atau beban PR dan paper yg bejibun. Asal ya itu tadi porsi yg secukupnya….(cukup buat hangover besok paginya…hehehe). Padahal di sini tiap weekend (Jumat/Sabtu malam) semua bar kasih harga $1.5-2 buat 1 pitcher gede beer.…sapa yg ngga kepengin coba!
Kerja part-time saya di toko vitamin juga membuktikan hal ‘nyimeng’ dan sejenisnya bertaburan di kota pelajar ini karena sering terima order ’scale’ atau timbangan digital yg di kemasan memang tertulis “for supplement only” tapi kalau dipikir secara logis dan melihat si pembeli yg kadang ngambil orderan itu bukan bentuk badan atletis yg memang butuh supplemen dengan cara nimbang kapsul! Biasanya si pelaku datang dengan semriwing jaket yg beraroma abis nyimeng ‘weed’ atau bau nafas yg menyesakkan udara sekitar komunikasi jadi seringnya saya nahan napas! Para oknum itu juga suka membeli Niacin, Inositol bubuk, dan Ephedrine yg menurut bos saya suka dicampur dengan bahan lain buat bikin campuran Methamphetamin….obat buat gedek2 bukan ya? Ada yg tauuu ???
Jadi teringat di sekitar tahun 2001-2002 saya masih berstatus mahasiswi tingkat akhir, mantan pacar waktu itu terlibat sindikat obat terlarang yg sempat jadi target operasi (TO) Polda Yogya karena dia termasuk bandar gede. Kami bersama sejak tahun 1999 dan dia ikut2an temennya ini sejak tahun 2001. Waaaahhh…itu yg namanya ‘tepung’ (lha wong putih jeee….kaya tepung roti…hihihihi) tergeletak sembarangan dimana2 di setiap ruangan, istilahnya kalau saya mau ‘nyoba’ pun pastilah gratis tis-tis-tis! Tapi karena buat saya “ngapain ngerusak diri sendiri” yaa lewatlah barang gratisan itu. Saya pernah lihat ada beberapa orang yg sakaw…iiiihh ngeri deh, masa teriak2 sambil benturin badan ke dinding. Ada lagi yg seperti orang menggigil kedinginan sambil mengerang kesakitan, terus ada yg bekas2 disilet tangannya…hiiiyy…ngga mau deh kaya gitu! Motif dari kegiatan ini selain mencari kenikmatan sesaat adalah berburu materi cepat dan mudah, lha wong supply and demand ada terus kok. Para bandar ini memang berasal dari ekonomi yg cukup tapi butuh yg LEBIH biar bisa foya2 lebih banyak. Namanya juga usaha ’berjualan’ barang ilegal ya sudah pasti terendus yg berwajib. Lari tunggang langgang lah mereka dengan 1 orang di-dor kakinya (si bos gede) dan mantanku harus melarikan diri ke Bali berbulan2 sembunyi dari aparat, yg berakibat skripsi otomatis tertunda, keluarganya ribut besar, pengeluaran biaya ini-itu yg besar jumlahnya, dan ayahnya terserang stroke sampai 2 kali. Saya yg waktu itu masih bodo, lugu, dan polos kok ya sempet2nya dan mau2nya pernah bawa barang haram itu di taksi karena wajahku tidak terkenal di kalangan mereka jadi aman ngga ada yg menguntit! Oalaaah…itu kali ada segede 1 pak softex isi 24 (saya inget sengaja dibungkus pake kemasan softex…hehehe) kalau ketangkep apa ngga modar, ngga mungkin ada di sini sekarang!
Sejak itu BIG NO NO NO deh berurusan lagi dengan hal2 kaya gitu, ngga baik buat kesehatan dan keselamatan! Apalagi inget ortu yg jauh2 ngirim kita belajar, soalnya sekarang udah tau rasanya kerja berat banting tulang demi sekarung berlian (ooopppsss!) dan sesuap nasi jadi kalau ngeliat mereka yg menyia2kan perjuangan ortu kita nyekolahin jadi sarjana rasanya kok prihatin dan trenyuh ya.
Semua orang hidup pasti punya masalah, besar atau kecil apapun itu….tapi semua kan sudah ada porsinya masing2, inget2 saja Dia tidak memberi cobaan di luar kemampuan kita kok. Jadi melarikan diri ke hal2 negatif bukan solusi, malah kasih masalah baru yg mungkin lebih kompleks. Ngga salah kadang2 pengen hang out sambil sedikit nge-buzz atau icip2 nyimeng ( yg kata temen ‘ben ngguyune iso banter’…apa iyaaa???) asal bukan jadi kebiasaan yg nantinya bener2 nguras duit! Hidup sehat jauh lebih nyaman….dan kalau dalam hati sudah riang gembira otomatis orang lain melihat kita dgn segala aura positifnya. When you smile…the WORLD smile at you! Gitu kan kata peribahasa?
Seperti saya mengawali pagi ini sebelum berangkat latihan ringan ke gym dengan 2 slice toast dan secangkir capucinno sambil memandang rintik hujan di luar…it’s really heaven on earth for me
Duniaku lebih indah karena hidupku jauh dari drugs.
Banyak cinta buat semua.
http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=60814§ion=92#komentar